Masa Hamil dan Persalinan

22.11

Memulai suatu keluarga merupakan babak baru dalam kehidupan. Untuk yang baru pertama kali yang belum punya pengalaman terutama hamil tentunya akan merasa was-was. Mana mitos dan mana yang fakta?Apa yang harus dipercaya atau siapa yang harus dipercaya?
Dr. Watt Wing Fong, konsultan Obstetric & Gynecology dari Raffles Hospital menjelaskan panjang lebar mengenai informasi seputar kehamilan dan persalinan dalam seminar Pregnancy 101.
“Perubahan fisik dan psikologis dapat terjadi saat hamil,” jelas Dr. Watt. Kehamilan terdiri dari 3 tahap yang dikenal dengan trimester ke-1 (dari awal sampai minggu ke-12), trimester ke-2 (minggu ke-12 sampai minggu ke-28) dan trimester ke-3 (minggu ke-28 sampai melahirkan).
Penting untuk mengetahui apa yang terjadi pada setiap trimester tersebut dan cara mengatasinya sehingga anda bisa menjalankan kehamilan dengan baik.


Trimester 1 : 12 minggu
Pada trimester 1 terjadi yang biasa disebut morning sickness yang ditandai dengan mual, perubahan selera makan, masuk angin /bersendawa, lelah, buang air kecil terus menerus, berat badan turun, perdarahan dan rasa sakit.
Hal-hal tersebut tentu akan mengganggu kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasi morning sickness, hindari makanan yang membuat gejalanya semakin memburuk. Sebaiknya makan sedikit tapi sering dan jika terasa mengganggu boleh minum obat anti mual/muntah.
Untuk mengatasi masuk angin/bersendawa, makanlah kentang manis atau makanan yang mengandung gas. Disamping itu, makanlah dalam porsi yang sedikit tapi sering. Sebaiknya pilihlah makanan yang mudah dicerna dan menurut Dr. Watt, dibolehkan untuk minum yang mengandung gas untuk memudahkan melepaskan gas.
Pada trimester 1 ini wanita hamil tidak perlu menghindari makanan, melainkan lakukanlah diet seimbang yang rendah garam dan rendah lemak, makanan yang berserat tinggi seperti sayuran dan buah-buahan. Pilihlah ikan atau daging putih dibandingkan daging merah. Minumlah vitamin dan mineral yang cukup terutama asam folat.
Hal yang perlu dihindari oleh wanita hamil adalah minum alkohol, merokok, makanan yang tidak dimasak atau tidak higienis.
Obat-obatan seperti obat penurun panas, obat batuk, obat mual dan muntah, obat diare umumnya aman dikonsumsi oleh wanita hamil.
Namun yang perlu dihindari adalah obat jerawat yang mengandung isotretinoin dan antibiotik tetrasiklin yang dapat mempengaruhi janin. Selain itu, hindari juga bahan kimia seperti saat facial, cat rambut, produk kecantikan/pelangsing.


Trimester ke-2 (12-28 minggu)
Pada trimester ke-2, morning sickness cenderung membaik, perut membuncit, gerakan jabang bayi mulai terasa pada minggu 20 sampai 22. Wanita hamil akan merasa kelelahan, sakit punggung dan napas pendek.
Mungkin juga mengalami tekanan darah rendah. Sama seperti pada trimester 1, buang air kecil terus menerus ditambah dengan konstipasi, kram perut dan stretch marks yang mulai muncul.
Saat kondisi lemah, hindari langsung berdiri tiba-tiba. Untuk mengatasi konstipasi yang disebabkan gerakan usus yang kurang akibat kerja dari hormon kehamilan dan diperburuk oleh zat besi, makanlah makanan yang berserat dan minum air putih..
Masalah pembengkakan kaki yang disebabkan retensi air dapat diatasi dengan mengangkat kaki dan menggunakan stoking ketat.
Dokter akan menawarkan untuk dilakukan tes sindrom Down sejak minggu ke-15 pada pasien yang risikonya rendah, dan pemeriksaan cairan ketuban (amniocentesis) sejak minggu ke-16 pada pasien risiko tinggi untuk mendeteksi kromosom yang abnormal.
Pemeriksaan ultrasound dilakukan sekitar minggu ke-20 untuk mendeteksi struktur janin yang abnormal, meskipun hasilnya tidak 100% akurat. Selain itu, dokter akan menawarkan pemeriksaan diabetes pada saat minggu ke-28 pada pasien berisiko tinggi.


Trimester ke-3 (setelah 28 minggu sampai melahirkan)
Trimester terakhir ini ditandai dengan perut yang semakin membuncit, pembengkakan ankle, varises, konstipasi, sakit pinggang, kelelahan, napas pendek, sering buang air kecil, kontraksi tanpa rasa sakit (Sindrom Braxton Hicks), guratan yang terasa gatal.
Dokter akan memantau pertumbuhan janin, tekanan darah dan keberadaan janin di trimester terakhir kehamilan ini. “Segera konsultasi ke dokter bila kontraksi terasa sakit, pecahnya air ketuban, berdarah (risiko bayi prematur), gerakan janin tidak ada atau melemah,” kata Dr. Watt.
Dokter akan melakukan ultrasound untuk mengetahui kadar air amnion, mendeteksi bayi saat distress, pemeriksaan vagina untuk menentukan pembukaan leher rahim, mendiskusikan cara melahirkan, pilihan pereda nyeri, bila memerlukan induksi sampai caesar untuk kasus tertentu.


Persalinan
Banyak ketakutan akan proses persalinan menjelang akhir masa kehamilan. Tidak bisa dipungkiri saat melahirkan adalah saat yang menegangkan terutama bagi yang pertama kali hamil. Tapi hal ini bisa diatasi dengan mengetahui informasi seputar proses kehamilan.
Persalinan atau prose melahirkan adalah kontraksi yang menyakitkan dan sering. Terjadi pelebaran leher rahim dan dapat atau tidak dapat dihubungkan dengan pecahnya air ketuban.
Proses melahirkan ada yang normal dan ada yang memerlukan bantuan seperti forceps, ventouse (vakum), operasi caesar.
Tanda-tanda melahirkan antara lain ditunjukkan dengan keluarnya darah dan lendir, pecahnya ketuban, kontraksi yang terasa sakit dan semakin sering. Segera kunjungi dokter anda bila tanda-tanda tersebut muncul.
Persalinan terdiri dari 3 tahap yaitu pelebaran leher rahim yang merupakan waktu menunggu yang menyakitkan, melahirkan bayi yang merupakan kerja keras sang ibu, dan tahap terakhir mengeluarkan plasenta dimana ibu bisa rileks dan dokter yang bekerja.
Dokter dapat memberikan pilihan pereda sakit seperti gas tawa (Entonox) yang tidak akan menyakiti sang bayi, injeksi petidin dan injeksi secara epidural (tulang belakang). Mintalah penjelasan dokter mengenai manfaat dan risikonya baik terhadap ibu maupun sang bayi.
Setelah mengetahui apa saja yang dapat terjadi selama kehamilan dan proses melahirkan serta cara mengatasinya dari Dr. Watt, tentunya kita tidak perlu merasa was-was lagi. Dr. Watt menambahkan bahwa Raffles Hospital menyediakan semua pemeriksaan yang diperlukan pada saat kehamilan. Jadi, hamil siapa takut?

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images